Berita  

Diduga Dipicu Kompor Menyala, Tiga Warung di Coastal Area Karimun Hangus Terbakar

KARIMUN – Kebakaran hebat melanda deretan warung makan di kawasan Coastal Area, Kamis (30/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga bermula dari kompor yang masih menyala di Warung Nasa sebelum api membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Sedikitnya tiga unit warung yang berdiri berderetan dilaporkan hangus terbakar. Dua warung diketahui masih aktif beroperasi, sementara satu bangunan lain di bagian ujung telah lama tidak digunakan. Namun, konstruksi bangunan yang didominasi material kayu dan papan membuat api dengan cepat menguasai seluruh area tanpa sempat dikendalikan warga sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, cepatnya penyebaran api memperlihatkan tingginya risiko kebakaran pada bangunan semi permanen di kawasan usaha padat aktivitas. Dalam hitungan menit, kobaran api melalap seluruh isi warung hingga tidak menyisakan barang yang dapat diselamatkan.

Kepanikan warga dan pengunjung pun tak terhindarkan. Sebagian masyarakat mengaku mengetahui kejadian tersebut melalui media sosial, mulai dari unggahan Facebook hingga siaran langsung di TikTok yang memperlihatkan situasi kebakaran secara real time sebelum mereka mendatangi lokasi.

Pemilik Warung Nasa, Pak Aris, mengatakan sebelum kejadian para karyawan sudah berada di lokasi dan dugaan awal api berasal dari kompor.

“Saat sebelum kejadian, karyawan kami sudah ada di warung. Diduga api berasal dari kompor dan terbakar sekitar jam 16.30. Sekarang karyawan kami sudah berada dirumah, kami suruh pulang dulu, yang penting selamatkan diri. Barang-barang semua tidak bisa diselamatkan, sudah habis hangus terbakar,” ujar Pak Aris.

Di sisi lain, pemilik warung yang berada tepat di sebelah lokasi awal kebakaran, Ibu Farida, mengaku syok saat menerima informasi tersebut karena dirinya belum sempat turun ke warung.

“Kami belum ada turun ke warung, rencana baru mau turun, tapi dengar kabar warung kami terbakar. Kami terkejut,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi terkait total kerugian material akibat kebakaran tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian diperkirakan cukup besar mengingat seluruh bangunan beserta isi warung habis dilalap api.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dasar pada sektor usaha kuliner, khususnya di kawasan yang didominasi bangunan berbahan mudah terbakar. Penggunaan peralatan memasak tanpa pengawasan ketat berpotensi memicu bencana yang tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *