Karimun – Fenomena meningkatnya keberadaan anak jalanan, pengemis, dan gelandangan di Kabupaten Karimun kian menjadi perhatian publik. Di sejumlah titik keramaian, terutama di kawasan Sungai Lakam, terlihat sekelompok anak-anak turun ke jalan untuk meminta uang kepada pengendara yang berhenti di lampu lalu lintas.
Berdasarkan pantauan pada sekitar pukul 22.43 WIB, anak-anak tersebut tampak aktif mendatangi kendaraan yang melintas di persimpangan lampu merah Sungai Lakam.

Aktivitas serupa juga terlihat di sejumlah lokasi strategis lainnya, seperti kawasan pasar, pelabuhan, rumah makan, hingga area penukaran uang. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat mendekati wisatawan yang datang ke Karimun.
Yang menjadi perhatian serius, fenomena ini tidak hanya melibatkan anak-anak usia dini, tetapi juga remaja. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya praktik eksploitasi atau keterlibatan pihak dewasa yang diduga mengarahkan mereka untuk turun ke jalan.
Di sisi lain, jumlah gelandangan yang terlihat di ruang-ruang publik juga dilaporkan meningkat. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah area jembatan penyeberangan (JPO) Jl.Ahmad Yani, Sungai Lakam, yang kini tampak dijadikan tempat tinggal sementara oleh sejumlah gelandangan. Mereka bahkan terlihat menata perlengkapan tidur dan perabotan sederhana di lokasi tersebut.(11/04/2026)

Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena bukan hanya menyangkut persoalan ketertiban umum, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan, kesejahteraan sosial, dan citra daerah sebagai wilayah yang berkembang.
Pemerintah daerah, melalui Dinas Sosial Kabupaten Karimun, diharapkan dapat segera melakukan pendataan, penjangkauan, serta penanganan yang humanis dan berkelanjutan.
Penanganan yang tepat tidak hanya penting untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memastikan bahwa anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan hak hidup yang layak, aman, dan bermartabat.












