Berita  

Warga Karimun Dihimbau Agar Waspada, Uang Palsu Diduga Beredar di Batu Lipai

KARIMUN — Masyarakat Karimun dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu yang terjadi di kawasan Batu Lipai, Tanjungbalai Karimun. Informasi tersebut pertama kali ramai setelah seorang warganet bernama Putra membagikan himbauan melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahannya, Putra mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menerima uang dari transaksi jual beli. Ia menyebut, pelaku diduga menggunakan uang palsu saat berbelanja di wilayah tersebut.

“Hati hati buat warga Tanjung Balai Karimun, penipuan belanja pakai uang palsu. Buat warga Karimun lebih hati hati lagi, CCTV sudah dapat gambaran pelakunya,” tulis Putra di media sosialnya.

Unggahan tersebut langsung menuai perhatian publik dan dibanjiri komentar dari warganet. Banyak warga mengaku resah karena uang palsu yang beredar disebut memiliki bentuk yang hampir menyerupai uang asli.

“Yang kayak gini gak boleh dijual karena kemiripannya hampir sama. Harus ada tindakan dari polisi untuk melarang jual uang mainan tersebut,” ujar LK dalam kolom komentar.

Tidak hanya itu, warganet lain berinisial NK juga mengaku pernah menjadi korban peredaran uang palsu tersebut.

“Warung kami sudah pernah kena bang, uang 100 ribu 1 lembar,” tulisnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang, terutama pecahan besar seperti Rp100 ribu. Pedagang, pemilik warung, hingga pelaku usaha kecil diminta untuk selalu memeriksa keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Masyarakat juga diimbau untuk:

  • Memeriksa tekstur dan warna uang secara teliti.
  • Menghindari transaksi terburu-buru, terutama pada malam hari.
  • Memasang CCTV di area usaha untuk membantu identifikasi pelaku.
  • Segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau menerima uang yang diduga palsu.

Warga berharap aparat terkait segera mengambil tindakan agar peredaran uang palsu ini tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat Karimun(16/05/2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *